Peluncuran berskala kecil ini diasumsikan lebih bersifat “proof of concept” yang dikomersialisasi terbatas, bukan upaya mengejar volume. Samsung tampaknya ingin:
- Mengunci posisi sebagai produsen pertama dengan tri-fold komersial global dari nama besar
- Mengumpulkan data pemakaian lapangan sebelum keputusan eskalasi produksi
- Mengukur daya serap pasar ultraniche berbanderol di atas USD 2.500
Langkah ini juga bisa dibaca sebagai jawaban awal terhadap strategi agresif produsen Cina yang mendorong inovasi lipat dengan harga lebih rendah dalam dua tahun terakhir.
Kolom komentar memperlihatkan respons yang terbelah. Sebagian menyebut produk ini “tidak perlu diproduksi massal” karena berdampak lingkungan untuk perangkat yang akan berumur pendek secara relevansi. Komentator lain meragukan kapasitas baterai dan rasio layar untuk konsumsi media sinematik. Ada pula yang menilai 3 lipatan justru belum cukup untuk form factor tertentu seperti layar rasio 21:9 ekstra-panjang saat dibentang.
Jika kabar ini akurat, Samsung akan kembali menggunakan panggung berskala geopolitik untuk menunjukkan keunggulan teknologi sebelum perangkat benar-benar masuk pasar. Debit produk yang terbatas mungkin membuat perangkat ini lebih mirip demonstrator premium ketimbang kategori baru yang siap ke arus utama — tetapi justru di situlah premis “first mover advantage” bekerja.
Sumber: The Korea Herald, laporan industri, arsip paten.






