RELIGI  

Serap Aspirasi Penyelenggaraan Muktamar di Tahun 2021

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini. (Foto. Dok. NU Online)

JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU), akan diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 25-26 September 2021 mendatang. Salah satu pembahasan dalam forum itu adalah soal keputusan penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU. Beberapa wilayah, termasuk PWNU Jawa Timur mengusulkan agar Muktamar ke-34 NU di Lampung, digelar tahun ini. Pasalnya, Muktamar pun sudah ditunda sejak 2020 lalu, akibat laju penyebaran Covid-19 yang belum bisa terkendali.

Menanggapi usulan itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengaku menerima serta menyerap aspirasi dari pengurus wilayah. Aspirasi mengenai pelaksanaan Muktamar NU tahun ini pun akan dibahas serta diputuskan dalam forum Munas-Konbes NU, akhir pekan depan.

“Kita tentunya menerima usulan atau masukan-masukan itu. Usulan ini sesuatu yang akan menjadi bahan pertimbangan kita untuk dibahas pada munas yang akan datang. Apakah dimungkinkan tahun ini atau tahun depan? Jadi soal waktu itu belum ada keputusan dan forumnya memang akan diadakan pada Munas, diputuskan pada munas besok,” kata Helmy saat ditemui di ruangannya, lantai 3 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Kamis (16/9).

Selain akan dibahas dan diputuskan dalam forum Munas-Konbes NU nanti, pertimbangan lain yang mesti diperhatikan adalah situasi Covid-19 di Lampung, sebagai wilayah yang sudah final ditentukan untuk dijadikan lokasi Muktamar ke-34 NU.

“Kita juga masih menunggu persiapan teknis dan laju perkembangan Covid-19. Saya dapat informasi, Lampung masih level 3 (PPKM). Tapi intinya kalau memang nanti keputusannya November atau Desember PBNU siap melaksanakan. Kalau Muhammadiyah muktamarnya tahun 2022. Kita tergantung keputusan nanti. Tapi yang jadi pertimbangan adalah situasi Covid-19 dan persoalan teknis,” terang Helmy.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pendaftaran Bantuan bagi Pokja Guru Madrasah Dibuka Hingga 25 Oktober

Teknis yang dimaksud adalah soal pelaksanaan muktamar seperti mekanisme hybrid dengan membatasi jumlah peserta dan sisanya menggunakan daring. Selain itu, muktamar mungkin akan dilaksanakan secara penuh menggunakan daring dan persoalan teknis inilah yang juga akan dibahas dan diputuskan dalam forum Munas-Konbes NU dengan melihat berbagai kemungkinan yang ada.