SUMATERATODAY.COM- JAMBI – PT Hutama Kaya (Persero) melalui Divisi Pembangunan Jalan Tol resmi menggelar Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada ruas Jalan Tol Betung (Sp Sekayu)–Tempino–Jambi Seksi 4 Tempino–Ness, Rabu–Jumat (6–8/8).
Tahap ini menjadi gerbang terakhir sebelum jalan tol sepanjang 18,49 km tersebut resmi melayani pengguna, mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar arus logistik di Sumatra bagian Selatan.
ULFO dilakukan untuk memastikan seluruh aspek jalan tol — mulai dari konstruksi, fasilitas, hingga administrasi pengoperasian — memenuhi standar nasional.
Kegiatan ini melibatkan dua sub tim. Sub Tim 1 fokus memeriksa aspek teknis dan operasional di lapangan, seperti struktur jalan, bahu jalan, drainase, rambu keselamatan, dan fasilitas pendukung. Sub Tim 2 menangani evaluasi dari sisi administrasi dan dokumen pendukung sertifikasi.
“ULFO adalah bentuk tanggung jawab kami agar infrastruktur tol tidak hanya selesai dibangun, tetapi benar-benar siap dan aman digunakan,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim.
Ia menambahkan, sebelum ULFO, Provisional Hand Over (PHO) telah dilaksanakan pada 15–18 Juli lalu. Setelah ULFO rampung dan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) terbit, tol ini akan resmi dibuka untuk umum.
Proses ULFO sesuai regulasi Peraturan Menteri PUPR dan standar pengujian nasional. Pemeriksaan diikuti oleh unsur Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Dinas Perhubungan, Korlantas Polri, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta tim teknis Hutama Karya.
Efisiensi Waktu dan Biaya Logistik
Hadirnya Seksi 4 Tempino–Ness akan memangkas waktu tempuh Jambi–Betung dari lebih empat jam menjadi sekitar dua jam.
Dari Bayung Lencir ke Ness yang sebelumnya memakan waktu tiga jam lewat Jalan Lintas Sumatra kini hanya 45 menit. Untuk rute Palembang–Jambi, perjalanan sejauh 277 km yang biasanya memakan waktu 8–9 jam akan berkurang menjadi hanya 2,5–3 jam.
“Manfaatnya bukan hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing kawasan industri di Sumatra Selatan dan Jambi,” tambah Adjib.
Spesifikasi dan Fasilitas Lengkap
Tol ini dibangun dengan dua lajur per arah, bahu jalan luar-dalam, sistem drainase modern, serta dilengkapi on-off ramp di titik strategis.
Fasilitas keselamatan meliputi rambu lalu lintas, pos pemantauan, PJU, dan sistem CCTV yang beroperasi 24 jam untuk mendukung keamanan pengguna.
Dengan tambahan Seksi 4 ini, Hutama Karya akan menambah panjang total operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah membentang ±1.235 km.
Sejumlah ruas JTTS lain sudah beroperasi penuh, di antaranya Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.
“ULFO menjadi kunci memastikan tol ini tidak hanya menghubungkan daerah, tetapi juga menghubungkan peluang ekonomi. Kami optimis manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat begitu resmi beroperasi,” tutup Adjib.






