Ia juga mengingatkan bahwa dana Otsus yang diberikan oleh pemerintah pusat harus dimanfaatkan dengan maksimal, khususnya untuk pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Seruan kepada Kepala Daerah
Mandenas meminta para pelajar, orang tua, dan masyarakat Papua untuk memastikan bahwa kepala daerah terpilih benar-benar menjalankan kebijakan pendidikan gratis melalui dana Otsus.
“Jika ada regulasi yang menghambat penggunaan dana Otsus untuk pendidikan dan kesehatan, beri tahu kami agar kami bisa mengusulkan revisi ke pemerintah pusat demi mempermudah pembiayaan dua program strategis ini,” tegasnya.
Program MBG: Janji Kampanye Presiden Prabowo-Gibran
Lebih lanjut, Mandenas menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Program ini bertujuan untuk menjamin asupan gizi generasi muda Indonesia, termasuk anak-anak di Papua.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua dengan memastikan mereka mendapat gizi yang baik sehingga dapat berkembang optimal dan kelak membangun daerah mereka,” jelasnya.
Mandenas juga mengimbau agar para pelajar Papua tidak terprovokasi untuk melakukan demonstrasi yang tidak murni berasal dari kehendak mereka sendiri, melainkan ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu.
“Perlu dipahami bahwa program MBG dibiayai oleh APBN, sedangkan pendidikan gratis dibiayai oleh dana Otsus. Keduanya tidak perlu dibenturkan,” tambahnya.
Harapan untuk Papua
Mandenas menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang bersifat provokatif tidak boleh terus-menerus terjadi di Papua, apalagi jika hanya bertujuan membangun opini yang keliru dan membingungkan masyarakat.
“Saya berharap siswa-siswi di Papua tidak diprovokasi untuk melakukan demo yang bukan murni berasal dari aspirasi mereka sendiri, tetapi karena ada kepentingan politik tertentu di baliknya,” katanya.
“Alokasi dana MBG berasal dari APBN, sedangkan pendidikan gratis dibiayai oleh dana Otsus. Jangan sampai ada pihak






