SUMATERATODAY.COM– Malam puncak CNN Indonesia Award 2025 yang digelar megah di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (31 Oktober 2025), menjadi momentum bersejarah bagi Partai Amanat Nasional (PAN).
Dua kader terbaiknya, Ketua Umum DPP PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua DPW PAN Sumatera Selatan sekaligus Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang yang bertema “Kolaborasi dan Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri.”
Dua Pemimpin, Dua Penghargaan
Zulkifli Hasan menerima penghargaan kategori Excellence in National Leadership and Public Empowerment, sedangkan Joncik Muhammad dianugerahi Excellence in Rural Public Order Empowerment.
Kedua penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa PAN terus melahirkan pemimpin yang bekerja nyata untuk rakyat—dari pusat hingga ke pelosok negeri.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, tokoh nasional, dan perwakilan lembaga strategis, menegaskan makna penting kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Zulkifli Hasan: Pemimpin Kolaboratif untuk Pangan dan Bangsa
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dikenal sebagai sosok yang menempatkan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan pembangunan. CNN Indonesia menilai kepemimpinannya yang inklusif dan dialogis mampu menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika global.
“Kolaborasi adalah kunci. Dalam politik maupun pemerintahan, harmoni akan melahirkan hasil besar bagi negeri,” ujar Zulhas dalam sambutannya. Ia mempersembahkan penghargaan tersebut kepada seluruh kader PAN yang, menurutnya, “bekerja dengan hati dan integritas.”
Joncik Muhammad: Harmoni dari Desa, Inspirasi untuk Negeri
Sementara itu, Joncik Muhammad meraih apresiasi tinggi atas inovasi revolusioner “POL PP Desa” (Polisi Pamong Praja Desa), program yang mengubah mantan pelaku premanisme menjadi penjaga ketertiban di desanya. Dengan slogan “Enam bulan Empat Lawang tidak aman, saya siap mundur jadi bupati,” Joncik menunjukkan kepemimpinan berani dan visioner.
Program yang kini berjalan di 147 desa tersebut terbukti efektif: konflik sosial dan pelanggaran ketertiban umum menurun hingga 60%.






