FKPT Sumsel Gaungkan Gembira Beragama, Gerakan Muda Cegah Radikalisme dan Bangga Bernegara

Ketua FKPT Sumsel Ahmad Romi Afriansyah bersama narasumber Gembira Beragama memberikan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama kepada generasi muda di Ogan Ilir.
Ketua FKPT Sumsel Ahmad Romi Afriansyah bersama narasumber Gembira Beragama memberikan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama kepada generasi muda di Ogan Ilir.

“Kami di BNPT dan FKPT Sumatera Selatan selalu berupaya melibatkan tokoh-tokoh lokal dalam setiap kegiatan pencegahan radikalisme. Hal ini penting agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” ujar Maira.

Maira juga menambahkan bahwa kegiatan di Ogan Ilir ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah digelar sepanjang tahun 2024. Ia berharap bahwa sinergi antara BNPT, FKPT, dan masyarakat lokal dapat terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang damai dan bebas dari ancaman radikalisme.

“Gembira Beragama tidak hanya merayakan kebanggaan dalam beragama, tetapi juga mendorong tokoh agama untuk menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman tentang moderasi beragama di Ogan Ilir,” ujar Sekda Ogan Ilir, H. Muhsin Abdullah, S.T., M.M., yang mewakili PJ Bupati Ogan Ilir dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Sinergi BBWS Sumatera VIII dan Bappenas untuk Cetak Sawah 1.200 Ha di Ogan Ilir Sumsel

Muhsin mengungkapkan bahwa di Ogan Ilir, masyarakat sudah memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan dan bersatu dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang mengatasnamakan agama.

“Agama itu mengajarkan ketulusan dan kasih sayang. Mungkin ada beberapa oknum yang memanfaatkan agama untuk melakukan tindakan kriminal. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat, terutama tokoh agama dan pemuda, harus bersatu padu dalam memusnahkan paham radikalisme dan terorisme,” ajak Muhsin.

Drs. H. Muhammad Yamin, M.Si., Ketua Bidang Agama FKPT Sumatera Selatan, turut menambahkan bahwa FKPT merupakan satuan tugas dari BNPT yang memiliki lima bidang utama dalam upaya pencegahan terorisme, salah satunya adalah bidang agama. Menurut Yamin, Sumatera Selatan yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya memang rentan terhadap potensi konflik, namun hal tersebut dapat dicegah dengan pendekatan yang tepat.

“Konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh manusia, namun kita bisa mencegahnya sebelum menjadi lebih besar. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan pencegahan konflik sejak dini (conflict prevention),” ujar Yamin.

Baca Juga :  Selvi Gibran Lantik 34 Ketua Dekranasda, Perkuat Peran UMKM di Seluruh Indonesia

Ia juga menekankan bahwa media sosial seperti WhatsApp dan Facebook sering kali menjadi medium penyebaran informasi yang dapat memicu potensi konflik jika tidak diawasi dengan baik.

Melalui kegiatan “Gembira Beragama” ini, FKPT Sumatera Selatan berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk aktif dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan mencegah radikalisme.

“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi komitmen bersama untuk menciptakan Indonesia yang lebih harmonis, damai, dan sejahtera,” pungkas Yamin.