Sinergi BBWS Sumatera VIII dan Bappenas untuk Cetak Sawah 1.200 Ha di Ogan Ilir Sumsel

BBWS Sumatera VIII dan Bappenas Tinjau Lokasi Cetak Sawah dan Oplah di Ogan Ilir, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BBWS Sumatera VIII dan Bappenas Tinjau Lokasi Cetak Sawah dan Oplah di Ogan Ilir, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

OGAN ILIR , sumateratoday.com-  Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan percepatan Program Cetak Sawah 2025, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Deputi Infrastruktur Bappenas melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Selasa, 27 Mei 2025.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BBWS Sumatera VIII, Feriyanto Pawenrusi, bersama jajaran. Turut mendampingi, Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, ST., M.Eng, serta sejumlah pejabat teknis seperti PPK Irigasi dan Rawa Yogi Agus Stiawan, ST., MT dan Emilia Ayu Ningsih, ST.

Rapat Koordinasi dan Tinjauan Lapangan Fokus pada Dukungan Infrastruktur

Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan terkait. Rapat ini membahas kesiapan lokasi cetak sawah serta kegiatan optimalisasi lahan (Oplah), sekaligus mengevaluasi kebutuhan infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi primer, sekunder, dan tanggul sungai.

Rapat dilangsungkan di Ruang Rapat Lematang, Rabu, 21 Mei 2025, dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat BBWS Sumatera VIII seperti Kepala Bidang PJPA Ir. Lukman Hakim, ST., MT, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Ir. Arlinsyah, ST., MT, serta tim pelaksanaan teknis lainnya.

Dukungan Infrastruktur Jadi Kunci Keberhasilan Cetak Sawah

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) pada lahan seluas 1.200 hektar yang direncanakan untuk dicetak sebagai sawah baru di wilayah Ogan Ilir. Lokasi tersebut telah disurvei oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian Kementerian Pertanian, namun masih memerlukan dukungan infrastruktur makro air dari Kementerian PUPR agar produktivitas lahan bisa maksimal.

Baca Juga :  Selvi Gibran Lantik 34 Ketua Dekranasda, Perkuat Peran UMKM di Seluruh Indonesia

Salah satu catatan penting dalam rapat tersebut adalah belum optimalnya pengelolaan rawa di beberapa titik. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian lanjutan untuk menilai kesiapan lahan rawa untuk pertanian, termasuk ketersediaan sarana irigasi primer, sekunder, dan tersier.

Cetak Sawah: Program Prioritas Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Program Cetak Sawah merupakan salah satu program strategis nasional dalam kerangka ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Quick Wins ketiga Presiden RI, yakni mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Program ini mendukung komoditas utama padi, serta menjadi bagian penting dari pelaksanaan visi Asta Cita kedua, yaitu memperkuat sistem pertahanan dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Bentuk program ini berupa ekstensifikasi lahan, yakni menambah luas lahan baku sawah dengan menggarap wilayah yang sebelumnya belum dimanfaatkan untuk pertanian. Target tahun 2025 adalah mencetak 225 ribu hektar lahan baru, dengan proses yang dimulai dari survei, desain teknis, penyusunan dokumen lingkungan, hingga tahap konstruksi fisik.