Bandar Lampung, sumateratoday.com- Petani di Provinsi Lampung kini merasakan langsung hasil dari program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, yakni “Desaku Maju”, yang digagas oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Kabar baik datang seiring dengan naiknya harga gabah yang kini melampaui batas harga minimum yang ditetapkan pemerintah.
Menurut salah satu petani padi asal Lampung Tengah, Siti Badriah, harga gabah yang sebelumnya hanya berkisar Rp3.700/kg, kini melonjak menjadi Rp6.800–Rp6.900/kg, bahkan melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg. Kenaikan ini disebutnya sebagai berkah nyata yang meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
“Dulu kami hanya bisa menjual Rp3.700/kg. Sekarang, gabah bisa sampai hampir Rp6.900. Ini berkah besar bagi kami para petani,” ujarnya.
Gubernur dan Bupati Tinjau Lokasi, Pastikan Dampak Langsung di Desa
Untuk memastikan langsung implementasi dan hasil nyata dari program “Desaku Maju”, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani bersama Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya turun langsung meninjau Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah pada 31 Juli 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat secara langsung aktivitas kios UMKM, loket pembayaran e‑Samdes milik Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), serta berdialog dengan petani dan perangkat desa.
Ia menyampaikan apresiasi atas hasil kerja bersama seluruh pihak, serta meminta doa dan dukungan agar pembangunan berbasis desa dapat terus berkelanjutan.
“Kami bersyukur karena program ini mulai membuahkan hasil. Harapannya, ini bisa memperkuat ekonomi desa dan membuat masyarakat desa makin mandiri,” ujar Gubernur.
“Desaku Maju” Sentuh Hulu ke Hilir Pertanian
Program “Desaku Maju” tidak hanya fokus pada pembangunan fisik desa, namun juga menyentuh aspek produktivitas pertanian dari hulu hingga hilir. Program ini mengintegrasikan:






