Di sisi lain, sektor manufaktur tumbuh 4,89% pada kuartal IV dan 4,43% sepanjang tahun.
Subsektor industri logam dasar, elektronik, dan makanan & minuman menjadi penopang utama, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan global.
Sektor Transportasi, Akomodasi, dan Perdagangan
Sektor transportasi tumbuh 7,92% pada kuartal IV dan mencapai 8,69% sepanjang tahun, sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Sektor akomodasi dan makan minum juga tumbuh tinggi, mencapai 8,56% sepanjang tahun, didukung oleh berbagai event nasional dan internasional serta perbaikan infrastruktur pariwisata.
Sektor perdagangan tumbuh 5,19% pada kuartal IV atau 4,86% sepanjang tahun, seiring dengan peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi domestik.
Sektor Pertanian dan Pertambangan
Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV dan 0,67% sepanjang tahun. Penurunan produksi padi dan kelapa sawit menjadi penyebab utama pelemahan ini, meskipun kebijakan swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat meningkatkan kinerja sektor ini ke depan.
Sementara itu, sektor pertambangan tumbuh 3,95% pada kuartal IV dan 4,90% sepanjang tahun. Perlambatan ini dipicu oleh moderasi harga komoditas global.
Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Wilayah
Secara spasial, seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2024:
- Jawa dan Sumatera tetap menjadi motor utama pertumbuhan, masing-masing tumbuh 4,92% dan 4,45%.
- Sulawesi dan Maluku-Papua tumbuh tinggi, masing-masing 6,18% dan 7,81%, didorong oleh hilirisasi industri.
- Kalimantan tumbuh 5,52%, seiring dengan pembangunan infrastruktur dasar dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 5,04%, didukung oleh pariwisata dan event internasional.
Peran APBN dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi
APBN 2024 terus dioptimalkan sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos), seperti PKH, Kartu Sembako, dan subsidi energi. Pemerintah juga memperkuat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan insentif perpajakan untuk meningkatkan kapasitas UMKM.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah mengoptimalkan Stabilisasi Harga Pangan (SPHP) guna memastikan pasokan pangan tetap terjaga.
Arah Kebijakan Ekonomi 2025
Pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN melalui berbagai strategi kebijakan untuk memperkuat fundamental ekonomi:
- Transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
- Ketahanan pangan, dengan memperkuat produksi dalam negeri dan efisiensi distribusi.
- Pengembangan energi terbarukan, mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
- Perbaikan iklim investasi dan bisnis, untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Kolaborasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus diperkuat guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.






