Malam Nisfu Sya’ban dimulai pada Kamis, 13 Februari 2025, setelah Maghrib. Puasa Nisfu Sya’ban dapat dilakukan sesuai dengan niat dan kemampuan individu.
Dalil mengenai puasa Nisfu Sya’ban tertulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tata Cara Puasa Nisfu Sya’ban
Tata cara puasa Nisfu Sya’ban sama seperti puasa sunnah lainnya yang harus diawali dengan niat. Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca Niat Puasa Nisfu Sya’ban
Niat puasa Nisfu Sya’ban dapat dibaca pada malam hari sebelum subuh:نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah Swt.”Jika belum melafalkan niat di malam hari, niat dapat dilakukan pada siang hari sebelum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya’ban hari ini karena Allah Swt.” - Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Selama berpuasa, umat Islam harus menahan diri dari makan, minum, dan perbuatan yang membatalkan puasa dari fajar hingga Maghrib. Dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah. - Menyegerakan Berbuka
Ketika waktu Maghrib tiba, disunnahkan untuk segera berbuka puasa dengan membaca doa berikut:Doa buka puasa versi 1:
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. - Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Doa buka puasa versi 2:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina. - Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”
Dengan adanya kepastian ini, diharapkan umat Islam dapat bersiap dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut dengan baik dan khusyuk sebagai bentuk ibadah menjelang bulan Ramadan yang penuh berkah.






