SUMATERATODAY.COM- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merespons cepat pengaduan terkait jemaah umrah asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bernama Cucu Suryani (74), yang mengalami gangguan kesehatan di Makkah, Arab Saudi, saat akan kembali ke Indonesia.
Melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah, Kemenhaj segera melakukan langkah koordinatif setelah menerima laporan dari daerah. Kepala Subdit Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, mengatakan laporan awal diterima dari Kasubbag Tata Usaha Kemenhaj Kabupaten Bandung Barat, Ahmad.
“Setelah laporan kami terima, kami langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak travel PT Sultanah Nafisah Mandiri serta instansi terkait lainnya guna memastikan jemaah mendapatkan penanganan medis yang optimal,” ujar Andi dalam keterangannya.
Ia menegaskan, kehadiran negara menjadi hal penting dalam situasi darurat yang dialami jemaah umrah di luar negeri. Menurutnya, Kemenhaj berkomitmen memastikan pendampingan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak jemaah berjalan sesuai ketentuan.
“Keselamatan jemaah merupakan prioritas utama. Kami mendorong pihak penyelenggara perjalanan umrah untuk bertanggung jawab penuh, termasuk memastikan adanya pendamping keluarga agar kondisi fisik dan psikologis jemaah dapat segera membaik,” katanya.
Selain itu, Kemenhaj juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Jeddah guna mempercepat proses bantuan kekonsuleran serta administrasi kepulangan. Upaya tersebut dilakukan agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman setelah kondisi kesehatannya dinyatakan memungkinkan.





