Begitu saja, yang Nyoman ingat dan sudi ia sampaikan kepada wartawan, tentang percakapan terakhir keluarganya. Keluarga seorang narapidana yang saat ini dilanda duka.
Pertanyakan Jumlah Sipir yang Tak Sebanding
Nyoman mengkritik pola pengawasan di dalam lapas yang dianggap tak sebanding dengan jumlah penghuni. Hal itu turut andil dalam jumlah korban jiwa yang timbul akibat peristiwa kebakaran tersebut.
“Ini kan yang salah negara. Masak hanya 12 orang dari sekian banyak blok,” kata dia.
Dua belas orang yang disinggung oleh Nyoman adalah jumlah sipir. Diketahui, jumlah sipir di Lapas Tangerang memang hanya 12-13 orang per regunya.
Padahal, kapasitas normal Lapas Tangerang 600 orang. Pada saat kebakaran pada Rabu dini hari itu, kapasitas itu sudah kelebihan 1.472 orang, alias 245 persen atau sekitar tiga kali lipat lebih banyak, menjadi 2.072 orang. Blok C yang terbakar dihuni oleh 122 orang. Itu sudah kelebihan penghuni. Waktu kebakaran melanda, semua sel dalam keadaan terkunci.
Seandainya sel terkunci pada dini hari itu, dengan jumlah sipir yang hanya secuil, plus jumlah penghuni yang begitu besar, siapa pun mampu membayangkan betapa sulitnya melakukan evakuasi di tengah kejaran api. Nyoman menganggap, pemerintah sudah selayaknya dan secepatnya menyalurkan santunan kepada keluarga para korban.
“Katanya Menteri Kumham itu katanya ada uang santunan. Saya dengar ada,” ujar Nyoman.
“Saya minta persetujuan keluarga besar. Orang Bali tidak punya makam. Kalau nanti sudah ada dana, baru kremasi,” kata dia.
Nyoman juga berharap agar ia maupun keluarga tidak dipersulit untuk mengambil jenazah Wayan. Sejauh ini, Nyoman mengaku harus melakukan tes DNA di RS Polri Kramat Jati, tempat jenazah Wayan berada saat ini.
Ia mengetahui keberadaan jenazah putranya berdasarkan inisiatifnya sendiri menghubungi pihak lapas dan pihak rumah sakit, bukan sebaliknya. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, Nyoman meminta adik Wayan untuk melakukan tes DNA. Namun, hasilnya tidak cocok.
“Kalau Bapak kuat, Bapak akan ke sana,” ujar Nyoman.(Vitorio Mantalean)
Sumber : Kompas






