-
Pertalite: Rp10.000/liter
-
Pertamax: Rp12.800/liter
-
Pertamax Turbo: Rp13.700/liter
-
Dexlite: Rp14.300/liter
-
Pertamina Dex: Rp14.600/liter
-
Pertamax di Pertashop: Rp12.700/liter
Perbedaan harga ini muncul karena faktor biaya transportasi, infrastruktur distribusi, serta jarak dari kilang Pertamina.
Alasan Penetapan Zona Harga
Pembagian zona harga dilakukan pemerintah dan Pertamina untuk:
-
Menjamin keadilan distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.
-
Mengantisipasi disparitas harga akibat biaya logistik.
-
Meningkatkan transparansi harga BBM non-subsidi sesuai mekanisme pasar internasional.
Dengan sistem zonasi ini, harga BBM tetap dapat terjangkau di wilayah padat penduduk seperti Jawa dan Sumatera, namun tetap menyesuaikan kebutuhan biaya di kawasan timur Indonesia.
Masyarakat di zona 1 masih bisa menikmati harga Pertalite Rp10.000 per liter, sedangkan di zona 2 harga cenderung sedikit lebih tinggi. Meski begitu, ketersediaan BBM tetap dijamin Pertamina di seluruh SPBU maupun Pertashop.
Untuk pengguna kendaraan mesin bensin performa tinggi, opsi Pertamax Turbo tetap tersedia dengan harga kompetitif. Sementara pengguna kendaraan diesel dapat memilih Dexlite dan Pertamina Dex sesuai kebutuhan mesin.
Dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi per 1 Oktober 2025, Pertamina membagi wilayah Indonesia dalam dua zona harga. Di Zona 1 (Sumbagsel), Pertalite dipatok Rp10.000/liter dan Pertamax Rp12.500/liter. Sementara di Zona 2, harga relatif lebih tinggi karena faktor distribusi.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pertamina dan pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi, sekaligus menerapkan formula harga transparan sesuai kondisi global.






