RELIGI  

Tandu Asli Jenderal Sudirman, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Tandu Asli Jenderal Sudirman
Tandu Asli Jenderal Sudirman.
Baca Juga :  Kemenhaj Koordinasi dengan Travel dan KJRI Terkait Jemaah Umrah Sakit

Museum Sasmitaloka Yogyakarta menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang populer di Yogyakarta. Museum ini menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar tentang perjuangan Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tandu yang digunakan Jenderal Sudirman saat Perang Gerilya merupakan salah satu koleksi yang paling menarik di Museum Sasmitaloka Yogyakarta.

Tandu ini terbuat dari kayu jati dan memiliki ukuran yang cukup besar. Tandu ini dilengkapi dengan empat buah tiang dan dua buah pegangan.

Tandu ini menjadi saksi bisu perjuangan Jenderal Sudirman selama Perang Gerilya. Tandu ini digunakan oleh Jenderal Sudirman untuk berkeliling memimpin pasukannya di berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Baca Juga :  Kuah Beulangong, Tradisi Kuliner Menggugah Selera pada Malam Nuzulul Qur'an di Aceh Sarat Makna

Konon, tandu ini merupakan kursi pribadi milik Hadi Harsono yang merupakan anggota militer sebelum menjadi lurah di Parangtritis.

Pada tahun 1948, Hadi Harsono bertemu dengan Jenderal Sudirman yang sedang dalam perjalanan gerilya. Hadi Harsono kemudian menyerahkan kursi pribadinya kepada Jenderal Sudirman untuk digunakan sebagai tandu.

Tandu ini telah mengalami beberapa kali perbaikan. Perbaikan pertama dilakukan pada tahun 1950, setelah Jenderal Sudirman meninggal dunia.

Perbaikan kedua dilakukan pada tahun 1982, saat Museum Sasmitaloka Yogyakarta dibangun.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus, Ajak Perkuat Kurikulum Cinta

Tandu ini merupakan salah satu koleksi yang paling berharga di Museum Sasmitaloka Yogyakarta. Tandu ini menjadi simbol perjuangan dan semangat juang Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ini merupakan tandu asli yang digunakan oleh Jenderal Sudirman saat Perang Gerilya. Tandu ini terbuat dari kursi milik warga setempat yang ditutup kain di bagian atasnya,” terang Shafa pemandu museum.(*)