SUMATERATODAY.COM– Kabair baik. Abu Dhabi kembali menjadi panggung teknologi otomotif kelas dunia. Kali ini, ibu kota Uni Emirat Arab tersebut menjadi lokasi uji coba robotaxi mewah berbasis Mercedes-Benz S-Class.
Pabrikan asal Jerman ini resmi menapaki babak baru dalam pengembangan kendaraan otonom dengan membawa sedan flagshipnya Mercedes-Benz S-Class ke jalan umum, tanpa pengemudi manusia di balik setir.
Langkah ini menegaskan ambisi Mercedes-Benz untuk tidak sekadar ikut tren kendaraan otonom, tetapi memimpin segmen tersebut dengan standar kemewahan, keamanan, dan kenyamanan tertinggi.
Alih-alih menggunakan mobil kecil atau kendaraan khusus seperti kebanyakan robotaxi di dunia, Mercedes justru memilih S-Class model yang selama puluhan tahun dikenal sebagai simbol inovasi dan prestise.
Untuk mewujudkan layanan robotaxi ini, Mercedes-Benz menggandeng Momenta, perusahaan perangkat lunak asal Tiongkok yang dikenal sebagai salah satu pemain terdepan di bidang kecerdasan buatan dan autonomous driving.
Di tingkat lokal, operasional armada ditangani oleh Lumo, anak perusahaan dari K2, perusahaan teknologi yang telah mengantongi izin resmi untuk mengoperasikan kendaraan listrik otonom di Uni Emirat Arab.
Fase awal proyek difokuskan di Abu Dhabi, memanfaatkan regulasi ramah inovasi dan infrastruktur kota yang modern. Jika tahap pengujian ini berjalan sukses, Mercedes-Benz menegaskan rencananya untuk membawa konsep robotaxi mewah berbasis Mercedes-Benz S-Class ini ke pasar global lainnya.
S-Class Jadi “Otak” Pengalaman Otonom Level 4. Fondasi utama proyek ini adalah Mercedes-Benz S-Class generasi terbaru yang dibekali arsitektur digital mutakhir.
Kunci utamanya terletak pada Mercedes-Benz Operating System (MB.OS), sistem operasi buatan internal yang bekerja dari level chip hingga cloud.
Sistem ini mengontrol seluruh aspek kendaraan, mulai dari infotainment, manajemen energi, pengisian daya, hingga sistem mengemudi otomatis.
Dengan dukungan MB.OS, S-Class ini mampu beroperasi pada SAE Level 4, sebuah level otomatisasi tinggi di mana kendaraan dapat menjalankan seluruh tugas mengemudi secara mandiri dalam area dan kondisi tertentu. Artinya, penumpang sama sekali tidak perlu bersiap mengambil alih kendali.
Jika sistem mendeteksi situasi yang berada di luar kemampuannya, kendaraan tidak akan meminta bantuan manusia, melainkan akan mengambil keputusan aman seperti menepi dan berhenti. Inilah perbedaan mendasar Level 4 dibandingkan Level 2 atau Level 3 yang masih mengandalkan kesiapan pengemudi.






