Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Brasil justru menghukum Jepang di masa injury time. Pada menit ke-95, Bruno Guimaraes berhasil menembus pertahanan lawan sebelum mengirim umpan matang kepada Gabriel Martinelli.
Winger Arsenal itu dengan tenang melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke sudut jauh gawang. Bola sempat membentur tiang sebelum masuk dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Brasil.
Gol tersebut mengingatkan publik pada sejumlah momen dramatis yang identik dengan Carlo Ancelotti saat menangani Real Madrid. Selama melatih Los Blancos, Ancelotti berkali-kali meraih kemenangan lewat gol-gol krusial di menit akhir, terutama pada fase gugur Liga Champions.
Kini pola serupa mulai terlihat bersama Brasil. Ketenangan Ancelotti di pinggir lapangan menjadi salah satu faktor yang membuat tim tetap percaya diri meski tertinggal lebih dulu.
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Brasil atas Jepang dalam ajang kompetitif. Samurai Blue kembali gagal mematahkan rekor buruk mereka melawan Selecao sekaligus belum mampu melangkah jauh di fase gugur Piala Dunia.
Brasil kini menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di turnamen dan berpotensi menghadapi rival abadinya, Argentina, pada babak selanjutnya.
Bek Gabriel Magalhaes dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan setelah berperan besar dalam proses kebangkitan Brasil melalui kontribusinya di lini belakang dan assist untuk gol penyama kedudukan.






