Bareskrim Bongkar Sindikat Judi Online Internasional, Transaksi Tembus Rp890 Miliar

Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Transaksi Tembus Rp890 Miliar
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Transaksi Tembus Rp890 Miliar

SUMATERATODAY.COM-  Bareskrim Polri membongkar dua jaringan perjudian online internasional yang beroperasi di Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan jaringan di Kamboja.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap 23 tersangka dan menyita berbagai barang bukti, termasuk uang tunai, puluhan perangkat elektronik, rekening, kartu ATM, hingga perhiasan.

Pengungkapan dua perkara itu disampaikan Bareskrim Polri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemberantasan perjudian, khususnya judi online, menjadi salah satu perhatian pemerintah.

“Ini merupakan perhatian kita bersama dan menjadi komitmen pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden Republik Indonesia. Presiden juga menegaskan untuk memberantas judi dan judi online,” kata Trunoyudo.

Menurutnya, Kapolri juga terus mendorong jajaran kepolisian untuk membongkar jaringan perjudian online yang memanfaatkan perkembangan teknologi serta berbagai kemudahan sistem pembayaran.

Jaringan Ujangbet Beroperasi dengan Modus Deposit Pulsa

Kasus pertama yang diungkap berkaitan dengan situs judi online Ujangbet yang menggunakan metode deposit pulsa.

Penyidik melakukan penindakan secara serentak di tujuh lokasi, yakni Grogol Petamburan dan Kebon Jeruk di Jakarta, Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Pekanbaru, Medan Johor, Medan Kota, serta Lubuk Baja Batam.

Dari operasi tersebut, polisi menangkap sembilan tersangka.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain 28 unit telepon seluler, empat laptop, 34 buku tabungan, 34 kartu ATM atau debit, uang dalam berbagai mata uang, enam item perhiasan emas dan perak, serta uang tunai sekitar Rp10 miliar.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra menjelaskan hasil penyidikan menunjukkan server situs Ujangbet berada di Kamboja.

Sementara itu, jaringan yang beroperasi di Indonesia bertugas menyediakan rekening serta nomor telepon yang digunakan pemain untuk melakukan deposit melalui pulsa.

Pulsa yang masuk kemudian dikumpulkan oleh admin yang berada di Kamboja.

Selanjutnya, pulsa tersebut dikonversikan kembali menjadi uang melalui jaringan agen dan distributor pulsa yang berada di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Batam, Medan, dan Pekanbaru.

Modus tersebut diduga digunakan untuk menyamarkan aliran dana yang berasal dari aktivitas perjudian online.

Baca Juga :  Virgoun dan Inara Bercerai, Hak Asuh Anak untuk Inara
Baca Juga :  Tahun 2023, 10 Weton Ini Bakal Bergelimang Rezeki, Siap-siap Jadi Sultan!

Transaksi Judi Online Capai Rp890 Miliar

Berdasarkan koordinasi penyidik dengan PPATK, ditemukan transaksi yang berkaitan dengan jaringan tersebut mencapai lebih dari Rp890 miliar.

Nilai transaksi tersebut dihitung dalam periode April 2025 hingga April 2026.

“Setelah dilakukan akumulasi terhadap transaksi ataupun yang mungkin kita kategorikan sebagai pembelian pulsa yang dilakukan oleh para tersangka pada periode April 2025 sampai dengan April 2026, terhadap para pelaku ini telah melakukan transaksi kurang lebih sebesar Rp890 miliar lebih,” ujar Wira.