Menurut Menag, doa ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai umat Islam.
“Kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita di Palestina. Sebagai sesama umat manusia, kita berkewajiban mendoakan dan mendukung mereka agar segera keluar dari penderitaan,” tegasnya.
Terima Kasih kepada Pemerintah Arab Saudi
Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Arab Saudi atas kesempatan istimewa ini.
Dukungan dan fasilitas yang diberikan memungkinkan rombongan dari Indonesia untuk beribadah dengan nyaman di lokasi-lokasi suci di Madinah.
“Atas kesempatan mengunjungi Raudhah dan Masjid Nabawi, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang telah memfasilitasi para jamaah, termasuk kami, sehingga bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.
Selain beribadah di Raudhah, Menag dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi beberapa lokasi bersejarah di Madinah. Di antaranya As Safiyyah Museum and Park, Masjid Ali bin Abi Thalib, Masjid Al Ghamamah, dan Ma’radl ‘Imarah Al Masjid An Nabawi (The Prophet’s Mosque Expansion Exhibition).
Makna Spiritual di Raudhah
Kunjungan ke Raudhah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Sebagai salah satu “taman surga” yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW, Raudhah menjadi tempat yang sangat istimewa untuk berdoa.
Banyak umat Islam yang memohon ampunan, hidayah, dan berbagai keinginan mereka di tempat ini, dengan keyakinan bahwa doa-doa tersebut akan diijabah oleh Allah SWT.
Bagi Menag Nasaruddin Umar, kesempatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi bangsa dan berdoa agar Indonesia senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan. Ia juga mendoakan para pejuang yang telah mendahului agar diberikan kedamaian di akhirat.
“Kita mendoakan seluruh pejuang-pejuang kita yang telah mendahului kita dan seluruh orang yang pernah berjasa untuk agama Allah. Semoga mereka mendapat berkat, kebahagiaan di dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Kunjungan Menag Nasaruddin Umar ke Raudhah dan lokasi-lokasi bersejarah di Madinah menjadi momen penuh makna spiritual dan harapan bagi bangsa Indonesia.
Melalui doa-doanya, Menag berharap Indonesia terus maju sebagai bangsa yang beriman, adil, dan sejahtera, serta menyuarakan perdamaian global, khususnya untuk rakyat Palestina.
Doa yang dipanjatkan di tempat suci ini diharapkan membawa keberkahan dan jawaban atas segala harapan, tidak hanya bagi umat Islam di Indonesia, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang mendambakan kedamaian.






