SUMATERATODAY.COM– Hyundai resmi menghadirkan Ioniq 5 N sebagai pionir mobil listrik performa tinggi yang tak hanya mengejar kecepatan garis lurus.
Tetapi, menyodorkan sensasi mengemudi ala mobil performa konvensional—lengkap dengan suara mesin buatan, paddle-shift “gear”, mode drift, serta paket teknologi yang sarat fitur balap.
Model yang diuji menggunakan drivetrain dual motor AWD 478 kW (650 hp) dan torsi 770 Nm, didukung baterai 84 kWh (80 kWh usable).
Output masif ini berhasil mencatat 0–100 km/jam 3,36 detik — bahkan lebih cepat dari klaim Hyundai 3,5 detik — dengan jarak pengereman hanya 32 meter dari 100 km/jam hingga berhenti total, menjadikannya benchmark baru di kelasnya.
Secara basis mengadopsi desain Ioniq 5 standar, namun versi N dibubuhi bumper besar serba hitam dengan intake aktif, fender melebar, spoiler ganda, side-skirt rendah, serta aksen merah yang menegaskan karakter N. Pelek 21 inci multispoke dibalut Pirelli P-Zero menjadi standar tunggal.
Kursi bucket Alcantara-kulit mengganti jok empuk bawaan. Setir dilengkapi tombol mode berkendara, dua tombol preset N, dan “NGB” (N Grin Boost) untuk semburan daya 10 detik.
Paddle shifter berfungsi ganda: regeneratif atau memicu simulasi perpindahan “gigi” lengkap dengan rev-counter pada cluster dan HUD.
Ruangan kabin luas dengan legroom belakang unggul, namun material pintu masih terasa kasar untuk harga dan segmentasinya. Bagasi 480 L dengan pelipatan hingga 1.540 L; kehilangan frunk dibanding versi standar.
Karakter mobil ini mengejar jiwa hot-hatch: respons tajam, feedback setir kredibel di kecepatan moderat, rem kuat, dan adaptive dampers yang efektif memisahkan mode santai dan mode performa.
Mode Drift mengirim tenaga penuh ke belakang, dibantu sistem elektronik menjaga sudut optimal di lintasan.
Suara mesin sintetis dan simulasi gearbox memang tidak menipu kuping petrolhead, namun terbukti menambah keterlibatan dibanding EV lain yang senyap-steril.
Cluster 12,3” + HU 12,3” mewarisi Ioniq 5 standar, namun dengan sport display, lap-timer, menu tuning granular (engine map, diff, ESC, steering, suspension, HUD). V2L in-out tetap tersedia.
Efisiensi bukan daya jual utama, namun dengan baterai besar, range WLTP masih 448 km. Pengisian 240 kW CCS mencatat 10–80% dalam 18 menit.
Tesla Model Y Performance memberi ruang lebih besar, tapi terasa generik dan kurang engaging. Kia EV6 GT satu platform dan akselerasi setara namun tanpa drama gearbox-sim, drift, dan soundpack. Secara paket sensasi, Ioniq 5 N nyaris “bermain sendiri”.
Hyundai Ioniq 5 N membuktikan EV bisa punya jiwa. Ia mengawinkan performa brutal, handling credible, serta gimmick yang — alih-alih jadi mainan — justru meningkatkan engagement. Interior dan ruang muatan masih titik kritik, begitu juga harga, namun sebagai pionir EV “fun first”, Ioniq 5 N layak disebut pembuka segmen baru.
Kelebihan
-
Handling tajam + feedback jelas
-
Rem sangat kuat
-
Mode performa kaya pengaturan
-
Kabin lega, V2L tersedia
-
Charger 240 kW sangat cepat
Kekurangan






