Selama parade, sekitar 1.000 warga Israel dikabarkan mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan anti-Palestina, dan sejumlah toko milik Palestina diwajibkan tutup selama kegiatan berlangsung.
Menurut Kantor Berita Palestina WAFA, parade tersebut turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting pemerintah Israel seperti Menteri Keamanan Nasional ultranasionalis Itamar Ben-Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Warisan Amihai Eliyahu, dan Menteri Transportasi Miri Regev.
The New Arab melaporkan bahwa eskalasi ini diawali dengan pernyataan kontroversial Itamar Ben Gvir yang mengindikasikan kemungkinan penyerbuan terhadap situs tersebut dalam sebuah wawancara dengan radio Angkatan Darat Israel GLZ.
Ben Gvir menyatakan bahwa parade dijadwalkan melewati Muslim Quarter dan Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem Timur, meskipun telah menjadi titik ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi di Yerusalem terus dipantau ketat menyusul insiden ini, dengan komunitas internasional dan regional menyerukan kedamaian dan penghormatan terhadap hak-hak semua warga, terutama di tempat-tempat suci.






