Selain dua bendungan di Sumatera, empat bendungan lainnya yang siap diresmikan tersebar di berbagai pulau di Indonesia:
3. Bendungan Jlantah (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah)
- Kapasitas tampung: 10,97 juta m³
- Manfaat:
- Irigasi seluas 1.494 ha
- Mereduksi banjir hingga 87 ha
- Menyediakan air baku sebesar 0,1 m³/detik
- Potensi listrik sebesar 0,6 MW
- Pembangunan: 2019-2024
- Anggaran: Rp 1,02 triliun
4. Bendungan Sidan (Kabupaten Gianyar, Bali)
- Kapasitas tampung: 5,76 juta m³
- Manfaat:
- Suplai air baku 1,75 m³/detik
- Potensi listrik tenaga mikrohidro sebesar 0,65 MW
- Pembangunan: 2018-2024
- Anggaran: Rp 1,8 triliun
5. Bendungan Marangkayu (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)
- Kapasitas tampung: 12,3 juta m³
- Manfaat:
- Penyediaan air irigasi untuk sawah seluas 1.500 ha
- Air baku 0,45 m³/detik
- Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 135 kWh
- Pembangunan: 2023-2024
- Anggaran: Rp 191,26 miliar
6. Bendungan Meninting (Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat)
- Kapasitas tampung: 12 juta m³
- Manfaat:
- Irigasi bagi sawah seluas 1.559 ha
- Air baku 0,15 m³/detik
- Potensi listrik 0,8 MW
- Pembangunan: 2019-2024
- Anggaran: Rp 1,4 triliun
Dengan diresmikannya keenam bendungan ini pada tahun 2025, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air, mendukung sektor pertanian, serta menyediakan sumber energi listrik ramah lingkungan bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.






