Diduga bus menabrak jip yang secara tiba-tiba menyalip, sehingga menyebabkan kendaraan terguling dan terbakar.
“Bus menghantam ambulans yang tiba-tiba menyalip, lalu terguling dan terbakar. Kedua kendaraan berada di sisi jalan saat tim kami tiba,” ungkap Yusron.
Hingga kini, penyelidikan resmi dari otoritas Arab Saudi masih berlangsung, dan dokumen laporan resmi kecelakaan belum diterbitkan.
Menanggapi kecelakaan ini, KJRI Jeddah bergerak cepat dengan: Mengirim tim perlindungan WNI ke lokasi kejadian
Berkoordinasi dengan otoritas lokal, rumah sakit, pihak travel, Muassasah, dan Kementerian Haji
Memberikan pendampingan bagi korban dan keluarga
Mengurus dokumen-dokumen penting yang mungkin rusak atau hilang dalam insiden tersebut. Yusron juga menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan berapa lama proses identifikasi korban akan berlangsung, tetapi memastikan bahwa bantuan dan pendampingan akan terus diberikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses pemakaman dan langkah lanjutan lainnya,” tuturnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KJRI Jeddah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan berkomitmen untuk memastikan hak-hak para jemaah, termasuk penggantian dokumen dan bantuan administratif lainnya, tetap terpenuhi.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan jemaah umrah di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan transportasi jemaah.






