Kedunglo Pusat Mujahadah Kubro, Jamaah Datang dari Dalam & Luar Negeri

Mujahadah Kubro Wahidiyah 2025 + Expo UMKM, Meriah dan Penuh Spirit Cinta Rasul
Mujahadah Kubro Wahidiyah 2025 + Expo UMKM, Meriah dan Penuh Spirit Cinta Rasul

KEDIRI, SUMATRATODAY.COM-  Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Sholawat Wahidiyah serta Haul KH Mohammad Ma’roef QS wa RA dan KH Abdul Latif Madjid QS wa RA digelar di Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Kota Kediri, Jawa Timur, sejak 17 hingga 20 Juli 2025.

Acara tahunan ini diikuti oleh ribuan pengamal dan simpatisan Sholawat Wahidiyah dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri.

Kegiatan mujahadah digelar dalam beberapa termin, yang melibatkan panitia, remaja, anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak.

Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo sekaligus Pimpinan Yayasan Perjuangan Wahidiyah, Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA, menyampaikan Fatwa Amanah setiap malam selama acara berlangsung.

Dalam pesannya, beliau mengingatkan pentingnya istiqamah dalam menjalankan mujahadah harian (yaumiyah) dan mingguan (usbuiyah).

“Pengamal kalau tidak mujahadah, ibarat nuklir tanpa atom,” ujar Kanjeng Romo Kyai Ali Fikri dalam salah satu amanahnya.

Baca Juga :  Lautan Jemaah Padati Empat Arena Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah 2026, Kediri Jadi Pusat Spiritualitas Nasional

Beliau juga menegaskan bahwa semangat mujahadah merupakan warisan perjuangan spiritual yang telah dijalankan oleh para pendiri Wahidiyah seperti KH Ma’roef, KH Abdul Madjid, dan KH Abdul Latif Madjid.

Sholawat Wahidiyah sendiri diyakini memiliki berbagai manfaat, di antaranya menjernihkan hati dan batin, meningkatkan kesadaran kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memberikan ketenangan jiwa.

Selain itu, sholawat ini juga dipercaya dapat memudahkan berbagai urusan hidup dan menjadi jalan menuju makrifat serta pembentukan akhlak mulia.

Sejumlah peserta mengaku merasakan suasana khusyuk dan ketenangan selama mengikuti rangkaian mujahadah.

“Kami datang dari Lampung, dan setiap tahun ikut Mujahadah Kubro. Hati jadi lebih tenang,” ujar Yulianto, salah satu jamaah.

Selain mujahadah, panitia juga menyelenggarakan Expo Koperasi Wahidiyah 2025 yang menampilkan produk dari SMA Wahidiyah, SMP Wahidiyah, Universitas Wahidiyah, Ponpes Kedunglo, serta pelaku usaha dari berbagai daerah.

Produk yang ditawarkan meliputi kebutuhan pokok, makanan, oleh-oleh, kerajinan tangan, kaligrafi, biro jasa, hingga pakaian muslim.

Lembaran Sholawat Wahidiyah
Lembaran Sholawat Wahidiyah

Peserta expo mendapatkan sertifikat dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren.

Baca Juga :   Meriah, Expo Ramadhan Kemenag Kepri 2022

Kegiatan Mujahadah Kubro tidak hanya digelar oleh Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, namun juga oleh beberapa lembaga Wahidiyah lainnya.

Di antaranya adalah Ponpes Kedunglo Miladiyah yang diasuh oleh Romo KH Abdul Hamid Madjid Ma’roef, serta oleh Pembina PSW yang dipimpin Abah KH Syafi’ Madjid dan Abah Yahi Ahmad Syafi’ Wahidi Sunaryo Madjid.

Selain itu, Pondok Pesantren Attahdzib di Jombang juga menggelar Mujahadah Kubro sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati perjuangan para muassis Wahidiyah.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pembacaan sholawat secara massal. Panitia berharap semangat mujahadah dan pengamalan Sholawat Wahidiyah terus tumbuh di tengah masyarakat.