Kepala BGN Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG: Distribusi Makanan MBG Harus Maksimal 4 Jam Setelah Dimasak

Kepala BGN Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cipongkor
Kepala BGN Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cipongkor

Kasus Serupa di Banggai Jadi Pelajaran

Dadan juga menyinggung insiden serupa yang sempat terjadi di Banggai, Sulawesi Tengah. Meski awalnya berjalan baik, SPPG setempat mendadak mengganti pemasok bahan baku sehingga kualitas makanan menurun.

“Oleh sebab itu, kita instruksikan lagi bagi SPPG lama agar jika mengganti supplier dilakukan secara bertahap. Segala sesuatu tidak boleh berubah secara drastis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, baik di Banggai maupun Cipongkor, pihaknya meminta kegiatan dihentikan sementara untuk dilakukan analisis menyeluruh sebelum beroperasi kembali.

Fokus pada Evaluasi dan Pemulihan Psikologis Anak

Evaluasi tidak hanya dilakukan di Cipongkor, tetapi juga pada SPPG baru lainnya agar kejadian serupa tidak terulang. Selain aspek teknis, Dadan menekankan pentingnya pemulihan psikologis anak-anak penerima manfaat.

“Jangan lupa bahwa anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan pasti akan mengalami trauma. Jadi salah satu aspek yang juga harus dikelola adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan mereka bahwa mengonsumsi makan bergizi gratis itu aman,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, Posko Penanganan Korban Dugaan Keamanan Pangan MBG di Cipongkor masih aktif melayani anak-anak yang terdampak. Petugas kesehatan disiagakan untuk memantau kondisi pasien, sekaligus memberikan pendampingan agar pemulihan berjalan optimal.

Baca Juga :  7 Ide Kanopi Transparan Minimalis yang Bisa Ditiru, Kesan Modern dan Elegan untuk Hunian Anda