Ketahanan Pangan Nasional: Hutama Karya Andalkan Infrastruktur Sumber Daya Air dari Sabang sampai Merauke

PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang strategis.
PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang strategis.

Kontribusi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air adalah kunci ketahanan pangan.

Menurutnya, dukungan tersebut dilakukan lewat pembangunan bendungan, jaringan irigasi, serta akses jalan ke sentra pangan.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, Hutama Karya kini tengah menyelesaikan tiga proyek penting:

  • Bendungan Way Apu Paket 2, Maluku – kapasitas 50,05 juta m³, mengairi 10.562 hektare, plus PLTA untuk 25 ribu rumah.

  • Bendungan Bulango Ulu, Gorontalo – calon bendungan tertinggi di Indonesia (75 m), melayani irigasi 4.950 hektare.

  • Bendungan Tiga Dihaji, Sumatera Selatan – pertama di Sumsel, melayani 25 ribu hektare, sekaligus PLTA berkapasitas 40 MW.

Inovasi Teknologi dan Green Construction

Keunggulan proyek Hutama Karya juga terletak pada penggunaan teknologi digital, mulai dari pemetaan drone, desain 3D, hingga Project Management Information System (PMIS) yang memberi transparansi biaya dan progres secara real-time.

Selain itu, perusahaan menerapkan konsep green construction dengan metode hydroseeding. Cara ini mencampur bibit tanaman dengan pupuk dan perekat, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding proteksi beton konvensional.

Dampak Berkelanjutan bagi Petani dan Masyarakat

Dengan adanya bendungan dan jaringan irigasi baru, petani kini bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun. Hasil panen meningkat, pendapatan bertambah, dan kesejahteraan keluarga petani ikut terdongkrak.

Tak hanya pertanian, bendungan juga membuka peluang ekonomi baru melalui usaha perikanan darat, pariwisata air, hingga UMKM lokal. Bahkan, aspek pengendalian banjir memberi perlindungan bagi ribuan keluarga yang sebelumnya rentan terdampak bencana.

“Jika rampung, proyek-proyek ketahanan pangan Hutama Karya akan mengairi lebih dari 41 ribu hektare lahan, mengurangi banjir, serta menyediakan energi terbarukan yang mampu menerangi lebih dari 55 ribu rumah,” tutup Adjib.

Melalui pembangunan 42 proyek bendungan dan jaringan irigasi sejak 2013, Hutama Karya berperan penting dalam menopang ketahanan pangan nasional.

Strategi ini tidak hanya mendukung target pemerintah dalam produksi padi, tetapi juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan infrastruktur air yang kokoh, Indonesia optimistis bisa menjaga kemandirian pangan, menyediakan energi hijau, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.