-
Bendungan Leuwikeris, Jawa Barat
Kapasitas tampung mencapai 845 juta meter kubik, mampu mengairi 11.216 hektare lahan. Selain irigasi, bendungan ini berfungsi sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, dan memiliki potensi PLTA 20 MW. -
Bendungan Semantok, Jawa Timur
Beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas 32,09 juta meter kubik. Selain irigasi dan pengendali banjir, bendungan ini menjadi yang pertama dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu untuk memanfaatkan energi angin. -
Bendungan Meninting, NTB
Berkapasitas 12,18 juta meter kubik, sanggup mengairi 1.559 hektare lahan, serta menjadi contoh penerapan teknologi konstruksi modern di Lombok Barat. -
Jaringan Irigasi Rawa, Kapuas – Kalteng
Mendukung program Food Estate Kalimantan Tengah. Proyek ini melayani 43.503 hektare lahan dengan teknologi pintu air dan pompa mobile, rampung Januari 2023.
Kontribusi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air adalah kunci ketahanan pangan.
Menurutnya, dukungan tersebut dilakukan lewat pembangunan bendungan, jaringan irigasi, serta akses jalan ke sentra pangan.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, Hutama Karya kini tengah menyelesaikan tiga proyek penting:
-
Bendungan Way Apu Paket 2, Maluku – kapasitas 50,05 juta m³, mengairi 10.562 hektare, plus PLTA untuk 25 ribu rumah.
-
Bendungan Bulango Ulu, Gorontalo – calon bendungan tertinggi di Indonesia (75 m), melayani irigasi 4.950 hektare.
-
Bendungan Tiga Dihaji, Sumatera Selatan – pertama di Sumsel, melayani 25 ribu hektare, sekaligus PLTA berkapasitas 40 MW.
Inovasi Teknologi dan Green Construction
Keunggulan proyek Hutama Karya juga terletak pada penggunaan teknologi digital, mulai dari pemetaan drone, desain 3D, hingga Project Management Information System (PMIS) yang memberi transparansi biaya dan progres secara real-time.
Selain itu, perusahaan menerapkan konsep green construction dengan metode hydroseeding. Cara ini mencampur bibit tanaman dengan pupuk dan perekat, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding proteksi beton konvensional.
Dampak Berkelanjutan bagi Petani dan Masyarakat
Dengan adanya bendungan dan jaringan irigasi baru, petani kini bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun. Hasil panen meningkat, pendapatan bertambah, dan kesejahteraan keluarga petani ikut terdongkrak.
Tak hanya pertanian, bendungan juga membuka peluang ekonomi baru melalui usaha perikanan darat, pariwisata air, hingga UMKM lokal. Bahkan, aspek pengendalian banjir memberi perlindungan bagi ribuan keluarga yang sebelumnya rentan terdampak bencana.
“Jika rampung, proyek-proyek ketahanan pangan Hutama Karya akan mengairi lebih dari 41 ribu hektare lahan, mengurangi banjir, serta menyediakan energi terbarukan yang mampu menerangi lebih dari 55 ribu rumah,” tutup Adjib.
Melalui pembangunan 42 proyek bendungan dan jaringan irigasi sejak 2013, Hutama Karya berperan penting dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Strategi ini tidak hanya mendukung target pemerintah dalam produksi padi, tetapi juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan infrastruktur air yang kokoh, Indonesia optimistis bisa menjaga kemandirian pangan, menyediakan energi hijau, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.






