RELIGI  

Khutbah Jumat: Perbaiki Makananmu, Terkabulah Doamu

SUMATERA TODAY – Materi khutbah Jumat singkat ini menyadarkan kita semua bahwa terkabulnya doa bukan semata soal kekhusyukan atau kesungguhan dalam memohon tapi juga kualitas harta yang kita konsumsi: halal atau haram.

Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul “Khutbah Jumat: Perbaiki Makananmu, Terkabulah Doamu”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Alhamdulillah pada kesempatan Jumat yang mulia ini, kita masih senantiasa diberikan rahmat hidayah serta inayah oleh Allah swt sehingga kita diberikan kemudahan untuk mengungkapkan rasa syukur dengan melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat walafiat. Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, minimal dengan jalan imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahihi yaitu menjalankan apa pun yang diperintahkan oleh Allah swt dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi apa pun yang dilarang-Nya, sebab dengan jalan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya sebagaimana terfirman dalam Al-Qur’an.

Artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu” (QS Al-Hujurat: 13).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Berdoa merupakan salah satu amaliyah yang setiap hari dilakukan, minimal selepas melaksanakan shalat fardhu. Doa menjadi salah satu cara pendekatan diri makhluk kepada Allah swt. Doa menjadikan hati orang yang berdoa lebih tenang. Selain itu, doa adalah bagian dari inti ibadah (mukhul ‘ibadah), karena hati seorang yang berdoa kepada Allah swt seyogianya dipenuhi kesadaran bahwa tidak ada lagi tempat berharap kecuali Dia. Ini adalah esensi tauhid dan inti dari keikhlasan. Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah swt pasti akan dijawab atau dikabulkan-Nya, tetapi masalah waktunya Allah yang menentukan. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186:

Baca Juga :  Jemaah Calon Haji Sesak Nafas Ketika Turun Pesawat, Begini Cara Menanganinya
Artinya, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”

Namun realitasnya, mengapa banyak orang yang berdoa memohon kepada Allah tetapi tak kunjung dikabulkan, sehingga tidak sedikit di antara kita yang bertanya-tanya, apakah Allah tidak memenuhi janji-Nya? Sebab salah dalam berdoa, atau ada sesuatu yang menghalangi doa-doa kita? Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Untuk menjawab pertanyaan di atas, kiranya kita bisa bermuhasabah melalui kisah yang disampaikan langsung oleh Rasulullah saw:

Artinya,“Kemudian beliau (Rasulullah) menyebutkan ada seseorang yang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berseru ‘Ya Rabbi ya Rabbi (Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’), padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan” (HR Muslim).