RELIGI  

Khutbah Jumat: Perbaiki Makananmu, Terkabulah Doamu

Jika kita mau merenungkan kisah di atas betapa lelaki yang diceritakan Rasulullah sebenarnya sudah sangat memenuhi empat kriteria dikabulkannya doa, yaitu orang yang dalam perjalanan jauh, baju yang kusut dan kondisi yang lelah, menengadahkan kedua tangan ke langit, dan kesungguhan berharap kepada Allah dengan mengucapkan Ya Rabb berulang kali. Namun ternyata hal itu belum cukup untuk menjadikan doanya dikabulkan. Maka, hadits ini memberikan isyarat yang sangat jelas bahwa ada hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya doa yaitu mengonsumsi sesuatu yang haram berupa makanan, minumam, atau bahkan pakaian. Hal ini senada dengan yang diperintahkan Allah kepada orang-orang yang beriman agar mengonsumsi yang halal.

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah: 172). Berkaitan dengan hal tersebut, ada juga salah satu riwayat bahwa Sa’ad bin Abi Waqash pernah meminta kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku musatajab (dikabulkan).”

Rasulullah berkata:

Artinya,“Wahai Sa’ad, perbaiki makananmu (pilihlah yang halal), niscaya doamu mustajab (dikabulkan).”

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Demikianlah indahnya syariat Islam. Ia mendorong penganutnya untuk senantiasa mengonsumsi yang baik dan meninggalkan yang haram.

Hal itu sekaligus menjadi syarat penting terkabulnya doa. Dengan kata lain, barang siapa yang menghendaki doanya dikabulkan maka harus memperhatikan sisi kehalalan, baik makanan maupun pakaiannya. Semoga Allah swt memberikan kemudahan kepada kita agar mendapatkan rezeki yang halal dan juga baik, sehingga amalan kita diterima oleh-Nya. Sebab Allah adalah Dzat Yang Mahabaik dan tidak menerima apa pun kecuali hanya yang baik.

Khutbah II

Sumber : nu.or.id

Baca Juga :  Kapan Nisfu Sya'ban ? Jatuh pada 14 Februari 2025, Ayo Puasa