Sangkuriang berpikir bahwa Dayang Sumbi akan menikahinya jika dia berhasil membalikkan perahu tersebut.
Sangkuriang hampir berhasil membalikkan perahu tersebut, tetapi Dayang Sumbi kemudian memukul perahu tersebut dengan sapu lidi.
Perahu tersebut pun terbalik dan tenggelam. Sangkuriang pun sangat marah dan menendang gunung yang ada di dekatnya. Gunung tersebut pun terbelah menjadi dua, yaitu Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Burangrang.
Dayang Sumbi kemudian berubah menjadi batu sebagai hukuman atas perbuatannya. Batu tersebut kemudian dikenal sebagai Gunung Bukit Tunggul.
Legenda Sangkuriang ini memiliki pesan moral, yaitu bahwa perbuatan yang salah akan selalu membawa akibat yang buruk.
Selain itu, legenda ini juga menggambarkan keindahan alam Jawa Barat, yaitu danau Bandung, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.(*)






