Syawaludin menuturkan, target menekan angka Golput, KPU Palembang telah melakukan sosialisasi di tiap kelurahan untuk masyarakat.
“Golput ini biasanya karena warga Palembang yang bekerja di luar. Tetapi mereka dapat memilih di tempat mereka bekerja asalkan mengurus surat pindah,” tuturnya.
Kendati demikian, Syawaludin menyebutkan Pemilu sebelumnya tingkat partisipasi masyarakat Palembang sekitar 76 persen.
“Palembang cukup tinggi partisipasi pemilihnya,” tutupnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumsel Sidratul Muntaha menyatakan peran media sangat penting dalam memberikan kesejukan untuk pelaksanaan Pemilu 2024.
“Apalagi saat ini gempuran berita-berita hoax sangat tinggi, dan ia menyakini semakin dekat waktu pemilihan, informasi yang tidak teruji kebenarannya tersebut banyak bertebaran,” katanya.
“Tentunya kita berharap semua pihak terkait agar melakulan sinergi sehingga tidak terjadi pola adanya berita hoax,” tukasnya.(*)






