Ini menunjukkan bahwa meskipun frekuensi penggunaan Paylater lebih tinggi di kalangan mereka yang sudah menikah, konsumen lajang lebih berani mengeluarkan nominal yang lebih besar dalam satu kali transaksi.
Peran Anak dalam Penggunaan Paylater
Menariknya, laporan tersebut juga menemukan bahwa jumlah anak yang dimiliki oleh pengguna turut mempengaruhi perilaku belanja mereka dengan menggunakan Paylater. Konsumen yang belum memiliki anak rata-rata membeli 38 produk dengan 11 transaksi per tahun.
Sementara itu, konsumen dengan 1-2 anak rata-rata membeli 48 produk dalam 13 transaksi, dan konsumen yang memiliki 3-5 anak membeli 53 produk dengan 13 transaksi. Data ini memperlihatkan bahwa semakin banyak anak yang dimiliki, semakin banyak produk yang dibeli oleh konsumen dengan menggunakan Paylater.
Usia dan Transaksi Paylater
Kelompok usia 26-35 tahun masih menjadi kelompok pengguna terbesar Paylater di Indonesia, dengan kontribusi 44,6% dari total jumlah transaksi pada tahun 2023. Namun, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa kontribusi kelompok usia yang lebih tua, terutama mereka yang berada dalam rentang usia 36-45 tahun, terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menariknya, kelompok usia ini menjadi yang paling banyak membeli produk, dengan rata-rata pembelian sebanyak 56 produk selama setahun.
Peningkatan proporsi pengguna Paylater di kalangan generasi yang lebih tua ini sejalan dengan peningkatan rata-rata pendapatan bulanan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, kemampuan ekonomi yang meningkat turut mendorong kepercayaan mereka untuk menggunakan Paylater sebagai metode pembayaran.
Paylater Semakin Inklusif
Meskipun terdapat dominasi di beberapa segmen konsumen berdasarkan demografi seperti laki-laki dan kelompok yang sudah menikah, Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, mengungkapkan bahwa Paylater semakin inklusif dan diterima oleh semua kalangan.
Hal ini didukung oleh semakin luasnya integrasi Paylater yang kini tersedia di berbagai merchant, mulai dari makanan dan minuman (F&B), kebutuhan pokok, gadget, hingga otomotif dan travel.
“Kredivo optimis bahwa Paylater akan menjadi bagian penting dari kebiasaan belanja masyarakat Indonesia, terutama di tengah meningkatnya permintaan terhadap pengalaman berbelanja yang seamless,” ujar Indina.
Dengan berbagai temuan menarik ini, Paylater terus menunjukkan potensinya sebagai metode pembayaran yang fleksibel dan mudah diakses oleh berbagai kalangan di Indonesia. Seiring dengan tren yang terus berkembang, Paylater diprediksi akan semakin menjadi bagian penting dalam gaya hidup belanja masyarakat di masa mendatang.






