Ia sempat berhenti dua tahun setelah lulus sekolah dan bekerja sebagai helper pada PT Indomarco Prismatama Distribution Centre Tangerang. Pada 2012 bekerja sebagai tukang cuci piring (dishwasher) di Restoran Pondok Iga, Mall Taman Anggrek Jakarta Barat.
“Barulah pada 2013 saya memberanikan diri melanjutkan pendidikan tingginya pada program sarjana prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung,” ujarnya kepada NU Online Lampung, Senin (27/2/2023).
Dikutip dari NU.or.id, Pada 2018 mencoba mendaftar Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS), dan akhirnya lolos menjadi aparatur sipil negara (ASN) sebagai guru di Madarasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Bandar Lampung.
Bersamaan dengan lolos menjadi PNS, ia melanjutkan studi S2 di prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung. Selama kuliah jenjang magister, ia mulai dikenal sebagai penceramah millenial di bumi ruwa jurai.
“Saya mengucapkan syukur kehadirat Allah swt, atas banyaknya anugerah yang berikan kepada saya. Saya juga berterima kasih kepada Abah dan Ibu atas jerih payahnya membesarkan dan membiayai pendidikan kami,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU), karena bagaimana pun NU menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupannya.






