TNI PRIMA: Prabowo dan Gibran Buka Babak Baru Pertahanan Nasional yang Modern dan Humanis

HUT TNI
HUT TNI

“Sumber daya alam harus diselamatkan, dikelola dengan bijak, demi menghapus kemiskinan dari negeri ini,” ujar Presiden Prabowo dalam pesannya yang disambut tepuk tangan para peserta upacara.

Atraksi TNI dan Parade Alutsista

Usai amanat, Presiden bersama Wapres menyaksikan demonstrasi kemampuan prajurit TNI, meliputi manuver udara, bela diri taktis, serbuan gedung, simulasi penanggulangan bencana, hingga pengibaran Merah Putih dari udara.

Puncak acara ditutup dengan defile pasukan dan parade alutsista dari tiga matra TNI, yang menampilkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Veteran

Turut hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  • Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono

  • Istri Presiden ke-4 Sinta Nuriyah

  • Wapres ke-6 Try Sutrisno

  • Wapres ke-11 Boediono

  • Wapres ke-13 K.H. Ma’ruf Amin

  • Ketua MPR Ahmad Muzani

  • Ketua DPR Puan Maharani

  • Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin

  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

  • Serta 33.000 prajurit dari berbagai satuan TNI

Acara juga dihadiri para duta besar negara sahabat, atase pertahanan, organisasi masyarakat, tokoh agama, veteran, serta keluarga pahlawan nasional.

Momentum Penguatan Sinergi TNI dan Rakyat

Peringatan HUT ke-80 TNI menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara kekuatan militer dan aspirasi rakyat menuju Indonesia Maju.
Konsep TNI PRIMA mencerminkan profesionalisme, modernitas, dan kedekatan TNI dengan rakyat sebagai fondasi pertahanan negara.

“Dirgahayu ke-80 TNI! Selamat bertugas dan teruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI,” pungkas Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Solusi Jalur Ekstrem: Hutama Karya Bangun Flyover Penghubung Padang–Solok