SUMATERATODAY.com – Pembangunan ruas Tol Cimanggis – Cibitung telah menimbulkan kerugian bagi sebagian warga di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, dan Grand Residence City Bekasi.
Pembangunan infrastruktur seringkali memiliki dampak yang kompleks, dan penting bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memperhatikan dan menangani masalah ini dengan baik.
Masalah retak-retak pada rumah dan masalah kesehatan seperti ISPA yang dialami oleh sebagian warga adalah dampak yang sering terjadi selama konstruksi proyek infrastruktur besar.
Proyek-proyek tersebut dapat menghasilkan getaran dan debu yang mempengaruhi lingkungan sekitar.
Penting bagi pihak berwenang untuk mengambil tindakan pencegahan dan mengatasi masalah ini.
Kasus tersebut menunjukkan pentingnya peran Ketua RW 014 Desa Cijengkol, Abib Endang Trisnawan, dalam menyuarakan masalah kesehatan warganya.
Dampak yang dialami oleh tujuh orang warga yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit pernafasan adalah masalah serius.
Ketua RW 014 harus terus berkoordinasi dengan warga dan pihak berwenang setempat untuk memastikan bahwa tindakan segera diambil dalam penanganan masalah ini.
Melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang kesehatan dan lingkungan adalah langkah penting untuk mendapatkan bantuan medis yang diperlukan dan mencegah dampak lebih lanjut pada kesehatan warga.
Dampak retak pada sebanyak 15 unit akibat getaran mesin alat berat selama pengerjaan proyek Tol Cimanggis – Cibitung adalah masalah serius.
Ini menunjukkan perlunya pemantauan dan penilaian yang cermat terhadap dampak konstruksi proyek tersebut.
Pihak kontraktor proyek harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa getaran mesin alat berat selama konstruksi tidak melebihi batas yang aman dan tidak merusak properti warga sekitar.
Warga yang terdampak retak-retak pada rumah mereka seharusnya memiliki hak untuk mendapatkan perbaikan atau kompensasi yang sesuai.
“Ini yang bilang dokter. Kami tidak asal bicara, ada bukti rekam medis dari Rumah Sakit Hermina,” ujar Abib yang dikutip, Minggu 22 Oktober 2023.
Tuntutan yang diajukan oleh Abib dan warga untuk mendapatkan kompensasi dana pengobatan dan perbaikan rumah adalah langkah yang masuk akal mengingat kerugian yang mereka alami akibat proyek.