Kepala Humaniora salah satu sekolah favorit di Dubai, Colin Parkinson, menjelaskan bahwa AI adalah bagian dari kehidupan modern yang dapat meningkatkan pembelajaran jika digunakan dengan bijaksana.
“Skill mempelajari AI penting diajarkan kepada siswa untuk menjawab rasa ingin tahu mereka,” ujar Parkinson, mengutip Technopedia, Rabu 12 September 2024. Namun, Parkinson juga mengingatkan bahwa kecanduan AI dapat membuat siswa hanya mempelajari hal-hal yang bersifat dangkal.
Tips Membedakan PR Otentik dan yang Dikerjakan ChatGPT
Untuk membantu mengidentifikasi tugas yang dikerjakan dengan bantuan AI, berikut beberapa tips yang dapat digunakan oleh guru dan orang tua:
-
Kenali QuillBot
QuillBot merupakan alat yang berguna untuk mendeteksi apakah PR siswa merupakan hasil dari ChatGPT atau tidak. Fitur ini mampu mendeteksi pola berulang dalam bahasa yang digunakan, gaya penulisan, dan struktur kalimat yang cenderung khas dari chatbot.
-
Pendeteksi Plagiarisme
Alat pendeteksi plagiarisme seperti Plagiarism Detector dan Grammarly dapat membantu mengungkap apakah tugas siswa hanya hasil dari menyalin sumber lain. Di Indonesia, perguruan tinggi dan sekolah juga banyak yang menggunakan Turnitin untuk mencegah plagiarisme dalam tugas ilmiah.
-
Parental Control Software
Tidak semua penggunaan ChatGPT harus dilarang. Ada kalanya, AI justru membantu siswa dalam pembelajaran, misalnya dalam mempelajari bahasa asing. Alat seperti Qustodio, Norton Family, dan FamiSafe dapat digunakan oleh orang tua untuk membatasi akses internet hanya untuk keperluan belajar.
-
Kenali Ciri Khas Gaya Penulisan ChatGPT
Meski ChatGPT sangat fleksibel dalam penggunaan bahasa, namun terdapat ciri khas tertentu seperti pengulangan kalimat dan penggunaan bahasa yang ambigu. Ini bisa menjadi petunjuk bagi guru atau orang tua apakah tugas tersebut dikerjakan oleh siswa atau hanya memanfaatkan AI.
-
Sering Cek Riwayat Pencarian Anak di Internet
Memantau riwayat penelusuran internet siswa bisa membantu mendeteksi apakah mereka menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan PR. Semakin dekat dengan deadline, biasanya aktivitas pencarian mereka semakin intens. Meski riwayat pencarian bisa dihapus, tetap penting bagi orang tua untuk memahami perilaku online anak.






