Majelis Pembelajaran Al-Qur’an, Memperkuat Literasi Agama dan Nilai-Nilai Keislaman di Indonesia

Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi
Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi

JAKARTA, SUMATERATODAY.COM – Survei Nasional “Potensi Literasi Al-Qur’an Masyarakat Indonesia” yang dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama merupakan suatu langkah yang penting untuk mengukur tingkat pemahaman dan kecakapan masyarakat Indonesia dalam memahami Al-Qur’an.

Dengan hasil indeks literasi Al-Qur’an sebesar 66,038 dan masuk dalam kategori tinggi, ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki pemahaman yang baik terhadap Al-Qur’an.

Melibatkan lebih dari 10.000 responden dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara acak berjenjang memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap hasil survei.

Kerjasama antara Ditjen Bimas Islam, BRIN, dan LK3P UI juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan universitas dalam mengukur literasi keagamaan di masyarakat.

Baca Juga :  Tambang Batu Bara Sawahlunto Meledak, Siapa Tanggung Jawab?

Diharapkan hasil survei ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk merancang program-program pendidikan dan sosialisasi yang lebih baik terkait pemahaman Al-Qur’an di tengah masyarakat Indonesia.

“Untuk meningkatkan indeks literasi Al-Qur’an, kami terus mengoptimalkan program pembelajaran Al-Qur’an melalui peran para aktor bidang layanan keagamaan seperti Penyuluh Agama, Majelis Taklim, Ormas Islam, dai/daiyah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ),” kata Zayadi di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2023.

Inisiatif dari Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam, untuk mendorong masyarakat Muslim mengikuti majelis pembelajaran Al-Qur’an di sekitar tempat tinggal mereka adalah suatu langkah positif.

Majelis pembelajaran Al-Qur’an, atau majelis taklim, seringkali menjadi pusat pembelajaran agama dan Al-Qur’an yang sangat berharga dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan Baca dan Tulis Al-Qur’an (BTQ) masyarakat Muslim.

Baca Juga :  Hutama Karya Terus Akselerasi Penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera, Target Terhubung di Dua Provinsi Tahun 2024

Dengan mengikuti majelis pembelajaran Al-Qur’an, masyarakat Muslim dapat belajar Al-Qur’an dengan baik, termasuk memahami tafsir, hukum-hukum Islam, serta nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, mengikuti majelis taklim juga membantu memperkuat jaringan sosial dan kebersamaan antar-masyarakat Muslim.

“Zaman sekarang, materi pembelajaran Al-Qur’an juga bisa diperoleh dari media sosial, karena sudah terbukti signifikan berdampak terhadap peningkatan kompetensi BTQ,” jelasnya.

Pernyataan Ahmad Zayadi mengenai pentingnya mempelajari kaidah-kaidah tajwid dasar dalam membaca Al-Qur’an adalah sangat relevan.

Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar, mengikuti aturan dan kaidah yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  LUNCURKAN GERAKAN LITERASI BERSAMA DI SEKITAR JALAN TOL