Sie Reuboh, Kuliner Khas Aceh yang Bertahan dan Terus Hidup di Hati Masyarakat

Sie Reuboh bukanlah sekadar daging rebus biasa.

SUMATERATODAY.COM- ACEH BESAR – Saat membahas kuliner khas Aceh, kebanyakan orang mungkin akan langsung teringat dengan ayam tangkap atau ayam penyet.

Namun, bagi mereka yang benar-benar memahami warisan kuliner Aceh, Sie Reuboh, sebuah kuliner turun-temurun, selalu mendapat tempat spesial, khususnya saat Ramadhan.

Sie Reuboh bukanlah sekadar daging rebus biasa.

Dibuat dari gumpalan daging yang dibumbui dengan berbagai jenis cabe, kunyit, dan garam, kemudian direbus tanpa air tambahan di belanga tanah, kuliner ini menawarkan rasa yang mendalam.

Keunikan lain dari sie reuboh adalah cara penyajiannya. Daging tersebut dibiarkan meresap dalam bumbu semalam, kemudian dipanaskan kembali dengan cuka enau sampai empuk.

Wangi khas cuka nipah mendominasi rasa daging rebus ini, menciptakan gabungan rasa pedas, asam, dan wangi cuka yang sulit untuk dilupakan.

Baca Juga :  Filosofi Mie Panjang Umur dalam Budaya Tionghoa