Jokowi Minta Biden Hentikan Kekejaman di Gaza

Jokowi Minta Biden Hentikan Kekejaman di Gaza.
Jokowi Minta Biden Hentikan Kekejaman di Gaza.

WASHINGTON, SUMATERATODAY.COM Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menghentikan kekejaman yang tengah berlangsung di Gaza, Palestina.

Jokowi menyampaikan permintaan tersebut dalam pertemuan bilateral dengan Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (13/11).

“Indonesia meminta AS untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekejaman di Gaza,” kata Jokowi dalam pernyataannya setelah pertemuan.

“Hal ini merupakan sebuah hal yang sangat menyakitkan bagi umat manusia.”

Baca Juga :  Pascakebakaran Hutan dan Lahan, Kawasan Bromo Kembali Berseri

Jokowi juga menyampaikan bahwa gencatan senjata di Gaza harus dilakukan demi kemanusiaan.

“Kita harus bekerja sama untuk menghentikan pertumpahan darah dan memulihkan perdamaian di Gaza,” kata Jokowi.

Perang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza telah berlangsung selama lebih dari seminggu.

Perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 200 orang tewas, termasuk puluhan anak-anak.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Optimistis Juarai AFF 2022, Ini Skuatnya

Indonesia telah mengirim bantuan kemanusiaan berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis ke Gaza.

Biden mengatakan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk mencari solusi perdamaian di Palestina.

“Kami memahami keprihatinan Indonesia tentang konflik di Gaza,” kata Biden.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk mencari solusi yang adil dan lestari bagi rakyat Palestina.”

Biden juga mengatakan bahwa AS akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

“AS akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang terdampak konflik,” kata Biden.

“Kami akan bekerja sama dengan mitra-mitra internasional untuk memastikan bahwa bantuan tersebut dapat diterima oleh rakyat Palestina.”(*)