Minat Baca Anak juga Bergantung dari Mutu Buku Bacaanya

Nadiem Makarim percaya buku bacaan yang bermutu mendukung peningkatan kompetensi literasi. Foto: Nadiem Instagram

SUMATERATODAY.COM, Ini peryataan menarik dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, di depan para guru atau pendidik.

Menurutnya kunci keberhasilan program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia bukan hanya menerima buku dari Kemendikbudristek. Melainkan, semangat para guru dalam membacakan buku kepada para siswa agar anak-anak senang membaca,.

“Program ini tidak akan sukses jika guru-gurunya tidak termotivasi untuk membacakan buku kepada siswanya dan mendorong anak-anak untuk membaca buku,” ujar Mendikbudristek dalam sesi dialog bersama guru dan kepala sekolah penerima Buku Bacaan Bermutu dari Kemendikbudristek.

Mendikbudristek juga menyampaikan peran orang tua yang tidak kalah penting dalam meningkatkan kompetensi literasi anak.

“Kita perlu dukungan tidak hanya dari guru dan kepala sekolah, tetapi juga orang tua, karena peran orang tua punya dampak besar dalam menentukan anak-anak kita untuk mencintai buku,” ujar Mendikbudristek.

Salah satu peserta dialog, Kepala SD Negeri Iyameli, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Via Watna Legimakani, merasa senang dan mengapresiasi program pemberian bantuan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia.

Baca Juga :  Era Baru Pembelajaran: Galaxy S23 FE Bawa Galaxy AI Bahasa Indonesia ke Ruang Kelas

“Terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah mendistribusikan buku bacaan literasi yang sangat menarik bagi anak-anak kami. Mereka jadi semakin antusias membaca,” kata Via.

Via menuturkan, sekolahnya menerima lebih dari 1.600 eksemplar buku dengan 540 judul buku. Saat menerima buku, tuturnya, para guru dan siswa di sekolahnya sangat antusias hingga membuat anak-anak semakin ingin tahu isi buku yang menarik tersebut.